RSS

Untuk memperingati hari Kartini 21 April 2014



Saat nya kita mengenang
Saatnya kita melanjutkan perjuangannya
            R.A Kartini lahir 21 April 1879 di Jepara Jawa Tengah. Dikenal dengan “Emansipasi Wanita” . beliau menuliskan tentang keadaan sosial perempuan pribumi pada saat itu, Kartini memandang bahwa kebudayaan di Jawa yang menghambat kemajuan perempuan. Dia menginginkan wanita memiliki hak yang sama yaitu menuntut ilmu dan pengetahuan. Dalam surat-surat yang kartini tulis pun ia menuliskan bagaimana penderitaan wanita yang berada disana karena kekangan adat yang tidak membolehkan wanita duduk dibangku sekolah, bahkan wanita disana harus siap menikah dengan orang yang tidak dikenal dan harus siap dimadu.
Saat ini kita mengenal ada beberapa bentuk kekerasan pada perempuan. Sedikitnya ada 282 kebijakan daerah yang diskriminatif di Indonesia hingga Agustus  2012. Bahkan ekspor TKI pun meningkat dari tahun ketahun. Human trafficking pun semakin meningkat dan korban yang paling banyak adalah perempuan.
Faktor pendidikan yang rendah menimbulkan orang-orang mudah terjebak dalam buayan kata-kata yang halus. Faktor ekonomi juga mempengaruhi sangat besar, hampir semua yang tertipu itu karena diiming-imingi kerja dengan penghasilan yang besar. Orang-orang yang dikampunglah yang menjadi korban.
Memang begitu banyak bentuk penindasan yang terjadi, tapi dengan memperingati hari kartini ini semoga akan berkurang karena kita mulai meneruskan bentuk perjuangan kartini yang dahulu.
PEREMPUAN TETAP BANYAK YANG DITINDAS. DARI KONTRUKSI SOSIAL LAH PEREMPUAN BISA DITINDAS DENGAN MUDAH.
“SAAT INI KITA BERGELUT DALAM KEGELAPAN DIDUNIA YANG TERANG”
’PENDIDIKAN TELAH DIDAPAT ATAS PERJUANGAN IBU KARTINI, SEAKAN-AKAN DENGAN MEMPERINGATI HARI KARTINI INI KITA MERASKAAN SEBUAH PENERANAGAN YANG SANGAT TERANG, TAPI KITA BERADA DALAM KEGELAPAN YANG TAK BERUJUNG JIKA KITA HANYA MEMAKNAI HARI INI UNTUK MENGENANG SAJA. MAKA LANJUTKANLAH PERJUANGANYA”
“DALAM TERANG INI KITA MENGGELAPKAN DIRI”
“JIKA KITA TIDAK MELAWAN MAKA YANG MASUK HANYA CAHAYA PENINDASAN”